Timnas Belanda semakin perkasa

Timnas Belanda tampil memukau dengan melumat juara bertahan Spanyol 5-1 dalam laga perdana Grup B Piala Dunia 2014 di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil, Sabtu (14/6) dini hari WIB.

Kemenangan itu menuntaskan dendam Belanda setelah secara dramatis dikandaskan Spanyol 0-1 pada perpanjangan waktu di partai final Piala Dunia 2010. Hasil tersebut sekaligus menjadi catatan terburuk Spanyol selama berlaga di ajang internasional setelah dikalahkan Skotlandia 2-6 pada 1963. Kekalahan terbesar tim Matador di ajang Piala Dunia terjadi pada 1950 saat dikandaskan tuan rumah Brasil dengan skor 1-6.

Spanyol sejatinya memulai laga dengan baik. Lapangan tengah sepertinya bakal dikuasi pasukan La Furia Roja, julukan Spanyol. Taka-tiki membuat penguasaan bola didominasi anak asuh Vicente del Bosque ini. Juara Dunia 2010 itu akhirnya memimpin lebih dulu meski bukan dengan gol yang spektakuler.

Ketika laga memasuki menit ke-27, Diego Costa dilanggar di kotak terlarang. Xabi Alonso yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan baik setelah sepakan keras mendatarnya ke pojok kanan bawah tidak bisa dihentikan kiper Belanda Jasper Cilessen.

Timnas Belanda semakin perkasa

Sepanjang babak pertama permainan dari kaki ke kaki tak memberikan banyak peluang bagi Spanyol. Sebaliknya, serangan balik tim Orange di akhir babak pertama malah membuahkan hasil. Gol yang sangat cantik. Berawal dari sayap kiri, Daley Blind memberikan umpan panjang ke kotak penalti. Striker yang bermain untuk Manchester United, Robin van Persie, berlari kencang dan terbang menyambut umpan itu dan menjadikannya gol.

Bek Sergio Ramos dan Gerard Pique gagal mengawal van Persie. Sementara Iker Casillas, kiper juara Piala Champions Real Madrid, nyaris tak bergerak dan hanya menyaksikan bola masuk ke gawangnya. Gol sundulan striker Manchester United itu tercipta dari jarak 17,5 meter dan tercatat sebagai gol tandukan terpanjang di Piala Dunia sejak data dihimpun pada 1970.

Gol semenit sebelum turun minum ini ternyata pembuka untuk empat gol lainnya. Van Persie juga menjadi pemain pertama Belanda yang mampu mencetak gol dalam tiga edisi Piala Dunia berbeda. Sukses membuat skor sama kuat di babak pertama, “De Oranje” mengamuk begitu interval kedua dimulai. Robben membawa Belanda berbalik unggul pada menit ke-53. Pemain yang merumput bersama Bayern Muenchen itu mengontrol umpan silang Blind dengan baik sebelum memperdaya dua bek Spanyol. Tinggal berhadapan dengan Casillas, ia pun dengan mudah menceploskan bola ke gawang lawan.

Momentum
Gol tersebut rupanya menjadi momentum bagi Belanda untuk semakin mengeksploitasi pertahanan Spanyol. Sebelas menit dari gol kedua, Stefan de Vrij memperlebar keunggulan Belanda memanfaatkan tendangan bebas Wesley Sneijder. Casillas kali ini gagal menjangkau bola karena kalah duel dengan van Persie. Bola yang menuju tiang jauh ditanduk de Vrij. Gol keempat Belanda lahir karena blunder Casillas pada menit ke-72. Menerima back pass di dalam kotak penalti, kapten tim ini gagal mengontrol bola. Van Persie berhasil mencuri bola dan tanpa kesalahan, man of the match versi FIFA ini melesakkan si kulit bundar ke gawang yang sudah kosong. Tim “Kincir Angin” menutup pesta gol mereka pada sepuluh menit jelang waktu normal tuntas. Menerima umpan terobosan, Robben menggiring bola hingga ke kotak penalti. Pemain yang membawa Muenchen juara Liga Champions musim 2012/13 itu kembali mengecoh Casillas dengan gocekan mautnya sebelum melepaskan tembakan yang juga gagal dihalau bek Spanyol.

Kemenangan Belanda tak lepas dari jitu pelatih Louis van Gaal. Ia menempatkan lima pemain di belakang guna meredam serangan lawan. Sementara di pihak lawan, pelatih del Bosque tampak yakin dengan penyerang tunggalnya, Diego Costa yang dalam pertandingan itu tak mampu berbuat banyak. Striker yang membela klub Atletico Madrid ini bahkan mendapatkan cemoohan penonton manakala memegang bola. Pada babak kedua, lini tengah Spanyol sebagai jantung permainan tampak kedodoran. Permainan tiki-taka sama sekali tidak mengalir membuahkan gol karena lapangan tengah masih mengandalkan pemain tua yang tidak lagi gesit memerankan gaya permainan yang sangat membutuhkan kecepatan.

Mereka banyak kehilangan bola yang oleh Snaijder Cs bola kemudian diumpan panjang ke kotak penalti Spanyol. Hal ini disadari del Bosque yang padsa menit ke-62 memasukkan Pedro menggant ikan Alonso. Fernando Torres juga dimasukkan menggantikan Diego Costa guna menambah daya dobrak. Sayang, pergantian itu tak mempercantik irama permainan di lini tengah. Buktinya tiga gol kembali bersarang di gawang Iker. Masuknya Cesc Fabregas menggantikan David Silva tak banyak membantu. Selain lapangan tengah yang ‘terengah-engah’, lini belakang Spanyol juga sangat rapuh sepeninggal Charles Puyol, kapten timnas yang pensiun tahun ini. Gerard Pique dan Sergio Ramos selalu terlambat menutup celah pergerakan penyerang Belanda.

Berdasarkan data statistik Soccer Power Index (SPI), sebelum pertandingan kans Spanyol untuk bisa melaju ke babak knock-out sebesar 78,6%. Namun, kans turun hingga 34,4% setelah k e k a lahantersebut . Sebaliknya, kesempatan bagi Belanda untuk bisa melaju ke fase selanjutnya meningkat menjadi 90,6% menyusul kemenangan dari sebelumnya hanya 44,2%. Kekalahan kali ini bagi Spanyol bukan yang pertama. Sejatinya tim yang kini menempati peringkat 1 FIFA ini sempat mengalami kekalahan di laga pembuka Piala Dunia 2010. Ketika itu, mereka dikandaskan Swiss 0-1, tetapi mampu bangkit dan mengemas kemenangan pada dua laga berikutnya untuk mendapat satu tiket ke babak 16 besar. La Furia Roja wajib menang atas Cile di Maracana pada 18 Juni mendatang

0 Response to "Timnas Belanda semakin perkasa"

Posting Komentar