Jika El Nino muncul, suhu udara di bulan Juni dan Juli akan naik dan sangat tak nyaman

Sejak beberapa pekan lalu, Steven Gerrard, Wayne Rooney, Frank Lampard, dan anggota skuat tim Piala Dunia Inggris boyongan ke petirahan tepi pantai Vale do Lobo di Algarve, Portugal. Para “prajurit” St. George Cross ini tentu tak hendak leyeh-leyeh, berjemur menikmati terik matahari.

Roy Hodgson, sang manajer, sengaja membawa anak buahnya ke Vale do Lobo supaya mereka banyak berkeringat. “Ini soal belajar merasa nyaman saat berada dalam kondisi tak nyaman,” kata Hodgson, Kamis dua pekan lalu. Dia juga membawa tim ahli dari Universitas Loughborough untuk memantau perkembangan Gerrard dan kawan-kawan. “Kami mengetes berapa banyak mereka berkeringat, bagaimana pemulihan kebugaran mereka, dan apa yang bisa kami lakukan untuk membantunya.” 

Di hari pertama di Vale do Lobo, tim Inggris hanya melakukan pemanasan ringan. “Perlahan, kami akan terus meningkatkan bebannya.” Hodgson perlu melatih pasukannya di lokasi lebih hangat seperti Vale do Lobo, karena lokasi pertandingan pertama mereka di Piala Dunia Brasil nanti adalah Stadion Arena Amazonia di Kota Manaus, Negara Bagian Amazonas.

Jika El Nino muncul, suhu udara di bulan Juni dan Juli akan naik dan sangat tak nyaman

Menurut ramalan AccuWeather, pada 14 Juni nanti, saat Gerrard dan kawan-kawan melawan tim kelas berat, Italia, temperatur udara di Manaus pada siang hari mencapai 29 derajat Celsius dengan kelembapan 80 persen, sedikit lebih panas dan lembap dari Vale do Lobo, yang rata-rata sekitar 25 derajat Celsius.

Walaupun Vale do Lobo tak persis menyerupai Manaus, kota yang dikepung hutan Amazon, persiapan tim Inggris sangat serius dan lebih scientific. Saat mempersiapkan tim nasional Swiss menjelang Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, Hodgson melatih adaptasi mereka menghadapi temperatur udara panas dengan banyak bersauna.

Bukan sekadar lawan-lawan tangguh seperti Italia yang bisa menjegal Inggris di babak penyisihan. Klimatolog dari Universitas Reading, Inggris, Nicholas Klingaman, memperingatkan kemungkinan kedatangan El Nino di Brasil. El Nino bahasa Spanyol, alias bocah laki-laki adalah memanasnya suhu muka laut di sepanjang ekuator Samudra Pasifik bagian tengah timur. Biasanya, jika El Nino datang, Brasil dan sebagian negara-negara Amerika Latin akan menderita. Suhu udara di siang hari amat panas  dan kekeringan panjang. “Jika El Nino muncul, suhu udara di bulan Juni dan Juli akan naik dan sangat tak nyaman,” Klingaman memperingatkan. Seandainya benar ramalan Klingaman, tim Inggris dan jago-jago bola sepak lain dari Eropa bakal tersiksa.

Latihan beberapa pekan di Portugal bisa jadi akan membuat Rooney, Jordan Henderson, dan kawan-kawannya tak terlalu kaget dengan udara panas di Brasil. Suntikan motivasi psikiater kondang Steve Peters barangkali juga bisa menggenjot semangat tempur skuat St. George Cross di lapangan.

Dosen di Universitas Sheffield ini punya segudang pengalaman berurusan dengan olahragawan. Dia pernah menangani bintang snooker Ronnie O’Sullivan dan tim balap sepeda Inggris yang meraih beberapa medali emas dalam Olimpiade. Sejak November 2012, Peters bergabung di Stadion Anfield, markas Liverpool. “Para pemain sangat memperhatikan kata-kata Peters,” kata Hodgson. Tapi tetap saja, secara matematis, Inggris bukan favorit juara di Negeri Samba. Tuan rumah Brasil diramal bakal merebut gelar juara Piala Dunia untuk keenam kalinya. “Brasil terang paling difavoritkan. Sulit untuk mengalahkan tim Samba di sana,” kata John Welch, ekonom Canadian Imperial Bank of Commerce (CIBC). “Tapi, dari cara Felipao bermain, mereka tak akan menang dengan tiga atau empat gol.” Felipao adalah sapaan bagi Luiz Felipe Scolari, manajer tim Samba.

Namanya pertandingan sepak bola, apalagi di antara tim-tim dengan kekuatan hampir setara, hasilnya sangat sulit ditebak. Tapi justru itulah asyiknya sepak bola. Semua orang, bahkan para ekonom yang sehari-hari tak ada urusannya dengan sepak bola, boleh meramal menurut versi dan metodenya masing-masing. Reuters meminta 120 ekonom dan analis keuangan untuk meramal siapa di antara 32 tim yang berlaga di Brasil yang akan memboyong trofi Piala Dunia 2014. Setelah Brasil, tim favorit juara berikutnya versi para ekonom itu adalah Jerman, dinominasikan oleh 18 ekonom; disusul Argentina, difavoritkan 13 analis keuangan; dan Spanyol, juara Piala Dunia 2010, yang hanya dijagokan oleh 8 ekonom.

Hamilton Moreira Alves, analis keuangan Banco do Brasil, meramal peluang tim-tim Eropa merebut trofi Piala Dunia kali ini nyaris tak ada. Nol. Menurut statistik, belum pernah ada tim Eropa yang memenangi Piala Dunia di Amerika Latin. “Tim-tim Eropa juga tak pernah tiga kali berturut-turut memenangi Piala Dunia,” kata Alves. Pada Piala Dunia 2006, Italia menjadi jawara. Empat tahun kemudian giliran tim matador yang mengangkat trofi Piala Dunia. Bagaimana peluang tim Inggris? “Mereka akan pulang dari Brasil tanpa mencetak satu gol pun,” Isaac Matshego, ekonom bank dari Afrika Selatan, Nedbank, memprediksi. Tapi Hodgson dan anak buahnya tak usah berkecil hati dengan prediksi pesimistis para ahli keuangan itu. Jika memakai metode statistik yang dirancang Reuters Breakingviews, tim Inggris berpeluang lolos hingga babak perempat final.

Soccerstend akan mengupas tuntas seputar piala dunia 2014. Ada empat faktor yang jadi pertimbangan, yakni nilai pasar seluruh anggota tim, peringkat FIFA, besarnya dukungan suporter, dan populasi penduduk. Menurut Reuters Breakingviews, dengan bobot lebih besar pada nilai pasar pemain dan ranking FIFA, tim Jerman akan menjadi juara dengan mengalahkan Spanyol di babak final. Tuan rumah hanya akan mendapat jatah juara ketiga setelah mengalahkan Argentina.

Tapi, sekali lagi, itu hanyalah ramalan di atas kertas. Perhitungan di lapangan bisa jauh berbeda. Empat tahun lalu, perusahaan raksasa keuangan Goldman Sachs menerbitkan ramalan Piala Dunia 2010 sepanjang 75 halaman. Para analis ekonomi dan keuangan Goldman dari pelbagai negara menganalisis kekuatan 32 tim yang bertanding di Afrika Selatan. Dengan analisis yang lumayan canggih, menurut perhitungan jago-jago ekonomi Goldman, Brasil-lah (calon) juaranya, disusul Spanyol, Jerman, Inggris, Argentina, Italia, dan Prancis. Kenyataannya, Spanyol-lah yang pulang membawa gelar. Sedangkan Brasil tersungkur di perempat final. Justru Uruguay, yang tak jadi tim favorit versi Goldman, malah lolos hingga babak empat besar. Sumber:majalahdetik.


0 Response to "Jika El Nino muncul, suhu udara di bulan Juni dan Juli akan naik dan sangat tak nyaman"

Posting Komentar